Lemari Antik Dari Belanda

Beberapa furnitur yang berasal dari negeri kincir angin memang terkenal akan keindahannya, terutama jika dilihat dari karakter desain yang tegas dan kuat. Ini bisa ditunjukan dari beberapa furnitur antik yang salah satunya akan saya bahas di sini, yakni sebuah furnitur yang memiliki nama asli Kast, yang merupakan sebuah nama untuk lemari antik dari BelandaAlmari ini tentu saja memiliki sebuah nilai artistik yang bisa dikatakan tiada banding. Dengan karakter khas yang dibawa, tentu saja akan sangat menarik bagi anda para pecinta furnitur antik untuk menjadikannya sebagai barang buruan.

lemari antik dari Belanda

Seperti terlihat pada gambar di atas yang merupakan salah satu produk yang ditawarkan oleh European Antiques AsiaDengan lemari antik dari Belanda semacam itu, maka sangatlah tidak mengherankan jika furnitur antik satu ini dapat memberikan kesan yang berbeda bila dibandingkan dengan lemari-lemari kebanyakan yang beredar di pasaran. Pada setiap lekuk desain yang dimiliki, sebenarnya ada sedikit asal-usul atau masa lalu yang bisa diceritakan di sini.

Menurut sebuah pembahasan yang ada di sebuah situs web yang sangat terkenal yakni about.com pada kolom yang membahas secara khusus mengenai furnitur-furnitur antik dinyatakan bahwa lemari antik ini telah dikembangkan semenjak awal abad ke-17 di Belanda sana. Kast sangat populer di kalangan negara-negara Low Country, Jerman, dan di kalangan koloni Amerika yang penduduknya berasal dari sana seperti New York dan New Jersey. Pada awalnya, desain lemari antik dari Belanda ini hanya dilengkapi dengan beberapa rak dan laci, namun seiring perkembangannya juga dilengkapi dengan ruang tambahan untuk gantungan baju, khususnya untuk yang dikembangkan oleh orang-orang di Amerika.

lemari antik dari belanda

Kast, atau yang dalam bahasa Jerman juga disebut sebagai schrank memiliki ciri-ciri khusus yang dapat dengan mudah dikenali. Yang pertama yakni bentuk kaki lemari yang bulat menyerupai bola atau bawang, namun seiring dengan perkembangannya mengikuti trend pada abad ke-18 ada juga yang diganti dengan kaki braket dan cakar burung yang mencengkeram bola. Kemudian pada desain atau motif ukiran yang bisa dikatakan sangat atraktif untuk kelas sebuah furnitur antik, namun setelah abad ke-18 desainnya berubah lebih polos, yang juga secara pelan-pelan ukurannya menjadi lebih kecil daripada awal perkembangannya.

Dengan membaca pembahasan ini, sangat menarik bukan? Semoga ini bisa dijadikan bahan referensi untuk anda yang sedang bingung mencari furnitur Belanda yang tepat untuk menambah koleksi furnitur antik anda.

Sumber gambar:
europeanantiques.asia
1stdibs.com